Lagi riset bahan buat seragam tim? Tanya gratis — kami bantu pilihin yang pas sebelum produksi.

Tanya via WhatsApp
Semua artikel
Bahan··10 min baca

Bahan Fleece: Panduan Lengkap Kain Fleece untuk Jaket dan Sweater Perusahaan

Panduan bahan fleece untuk jaket dan sweater perusahaan: jenis kain, gramasi, kelebihan, kekurangan, perawatan, harga, dan brief produksi B2B.


Flat lay bahan fleece navy dan charcoal untuk jaket perusahaan di meja workshop garmen

Bahan fleece sering dipilih untuk jaket, sweater, dan hoodie perusahaan karena permukaannya terasa lembut, cukup hangat, dan tetap ringan untuk aktivitas harian. Dalam pengadaan korporat, fleece bukan hanya soal rasa nyaman saat dipakai. Procurement juga perlu melihat gramasi, komposisi serat, potensi susut, ketahanan warna, teknik logo, dan cara perawatan setelah seragam dibagikan ke karyawan.

Pramika Uniform membantu perusahaan menyusun spesifikasi jaket dan sweater kerja berbahan fleece untuk kebutuhan kantor, operasional ringan, tim gudang, komunitas internal perusahaan, dan distribusi karyawan. Artikel ini membahas karakteristik kain fleece, jenis yang umum digunakan, cara memilih gramasi, serta poin teknis yang sebaiknya masuk ke brief produksi.

Jika Anda sedang memetakan model produk, lihat juga halaman konveksi jaket perusahaan dan katalog Pramika Uniform sebagai referensi awal sebelum menentukan bahan final.

Fleece adalah bahan seperti apa

Fleece adalah kain rajut yang salah satu sisinya memiliki permukaan berbulu halus. Tekstur tersebut muncul dari proses finishing yang mengangkat serat pada permukaan kain, sehingga bagian dalam terasa lebih hangat dan nyaman di kulit. Pada jaket dan sweater perusahaan, efek ini membantu pakaian terasa lebih empuk dibanding bahan woven seperti drill atau kanvas.

Karakter fleece berada di antara pakaian kasual dan seragam pendukung kerja. Bahan ini tidak setegas kain kemeja, tetapi dapat dibuat rapi jika pola, jahitan, warna, dan aplikasi logo dikontrol sejak awal. Karena itu, fleece cocok untuk outer kantor, sweater tim, hoodie internal perusahaan, jaket ringan untuk ruangan ber-AC, atau pakaian pendukung untuk aktivitas operasional yang tidak membutuhkan proteksi berat.

Untuk konteks pengadaan, istilah bahan fleece perlu selalu diikuti spesifikasi tambahan. Dua kain yang sama-sama disebut fleece dapat terasa berbeda jika komposisi, ketebalan, dan finishing-nya tidak sama. Sample fisik tetap penting karena foto kain sering tidak cukup menggambarkan tekstur, stretch, dan rasa pakai.

Karakteristik kain fleece

Kain fleece dikenal karena bagian dalamnya lembut dan memberi rasa hangat. Untuk perusahaan yang bekerja di ruang ber-AC, gudang, area malam, atau lokasi dengan cuaca lebih sejuk, karakter ini menjadi alasan utama pemilihan fleece. Namun, kenyamanan tetap bergantung pada gramasi dan komposisi serat.

Kelebihan fleece pertama adalah rasa pakai yang nyaman. Permukaannya tidak kaku, sehingga jaket atau sweater lebih mudah dipakai dalam durasi panjang. Kedua, fleece relatif fleksibel untuk berbagai model, mulai dari crewneck, hoodie, zip jacket, sampai varsity sederhana. Ketiga, fleece dapat menerima aplikasi logo melalui bordir atau sablon tertentu, tergantung desain dan tekstur kain.

Kekurangannya juga perlu dicatat. Fleece dapat terasa terlalu hangat untuk area kerja yang panas atau aktivitas fisik intens. Beberapa jenis fleece juga berisiko berbulu, melar, atau menurun tampilannya jika kualitas kain, proses jahit, dan perawatan tidak tepat. Pada warna gelap, serat halus atau debu kadang lebih terlihat, sehingga pemilihan warna perlu mempertimbangkan pola kerja pemakai.

Dalam pengadaan B2B, kelebihan dan kekurangan fleece sebaiknya dibahas sebelum desain disetujui. Jaket yang terlihat menarik di mockup belum tentu nyaman jika terlalu tebal, terlalu berat, atau rib mudah kendur setelah beberapa bulan pemakaian.

Jenis bahan fleece yang umum digunakan

Jenis fleece biasanya dibedakan dari komposisi serat dan finishing. Nama di pasar dapat bervariasi antar pemasok kain, sehingga procurement sebaiknya meminta detail tertulis, bukan hanya nama bahan.

Jenis fleeceKarakter utamaKisaran gramasi umumCocok untuk
Cotton fleeceLebih nyaman di kulit, rasa pakai natural240-320 gsmSweater kantor, hoodie, jaket harian
CVC fleeceKombinasi kenyamanan dan perawatan praktis240-300 gsmJaket perusahaan volume menengah
Polyester fleeceRingan, cepat kering, cenderung lebih tahan lembap200-280 gsmOuter operasional ringan
Micro fleeceLebih halus dan ringan180-240 gsmLapisan hangat ringan, jaket tipis

Cotton fleece terasa lebih lembut dan sering dipilih untuk sweater atau hoodie yang mengutamakan kenyamanan. Namun, kandungan katun yang lebih tinggi perlu diuji terhadap susut dan kestabilan bentuk setelah pencucian. Untuk batch perusahaan, ukuran sample perlu dicuci uji agar pola tidak berubah terlalu jauh.

CVC fleece menggabungkan serat katun dan polyester. Opsi ini sering menjadi titik tengah karena rasa pakai masih nyaman, sementara perawatan relatif lebih mudah dibanding komposisi katun yang lebih tinggi. Jika Anda ingin membandingkan dasar komposisi CVC, baca panduan bahan CVC.

Polyester fleece lebih ringan dan praktis untuk beberapa kebutuhan operasional, tetapi rasa pakainya dapat berbeda dari cotton fleece. Micro fleece biasanya lebih tipis dan halus. Jenis ini cocok jika perusahaan membutuhkan lapisan hangat ringan, bukan sweater tebal.

200-320 gsm
kisaran gramasi fleece yang umum dibahas untuk jaket dan sweater

Penggunaan fleece untuk jaket dan sweater perusahaan

Penggunaan paling umum adalah jaket perusahaan. Modelnya dapat berupa full-zip jacket, half-zip, hoodie zipper, atau jaket tanpa hoodie dengan kerah tinggi. Untuk kantor, model tanpa hoodie sering terlihat lebih rapi. Untuk tim operasional ringan, hoodie dapat dipertimbangkan jika tidak mengganggu standar pakaian kerja internal.

Sweater crewneck juga banyak dipakai untuk divisi kantor, training internal, tim support, atau karyawan yang bekerja di ruangan dingin. Model ini sederhana, mudah dibagikan lintas divisi, dan tidak membutuhkan banyak komponen tambahan. Detail logo biasanya ditempatkan di dada kiri, lengan, atau bagian punggung atas dengan ukuran yang proporsional.

Bahan fleece untuk jaket perlu dipilih sesuai konteks pemakaian. Untuk ruangan ber-AC, gramasi sedang sudah cukup. Untuk perjalanan luar ruang ringan, fleece yang lebih tebal dapat memberi rasa hangat, tetapi perlu dipadukan dengan pola yang tidak terlalu berat. Untuk area kerja yang mudah terkena debu atau gesekan, warna dan finishing kain perlu diuji lebih hati-hati.

Pramika Uniform tidak menempatkan fleece sebagai bahan proteksi berat. Jika pakaian digunakan untuk area produksi, gudang, proyek, atau lapangan dengan risiko tertentu, spesifikasi harus mengikuti standar K3 internal perusahaan dan rekomendasi tim HSE. Fleece dapat menjadi outer pendukung, tetapi bukan pengganti wearpack atau pakaian kerja teknis bila fungsi proteksi dibutuhkan.

Cara memilih fleece sesuai kebutuhan

Mulailah dari lokasi pemakaian. Karyawan yang bekerja di kantor ber-AC membutuhkan fleece yang nyaman dan rapi, sedangkan tim yang bergerak di gudang membutuhkan bahan yang lebih tahan gesek dan mudah dirawat. Jika jaket dipakai saat perjalanan antar lokasi, pertimbangkan desain yang tidak terlalu tebal agar tetap nyaman saat berpindah dari ruang luar ke ruang dalam.

Kedua, tentukan gramasi. Gramasi rendah terasa ringan, tetapi tampilannya dapat kurang berisi untuk sweater perusahaan. Gramasi tinggi terasa lebih hangat, tetapi bisa terlalu berat untuk iklim Indonesia. Untuk banyak kebutuhan korporat, kisaran tengah lebih aman karena menjaga keseimbangan antara tampilan, kenyamanan, dan biaya.

Ketiga, pilih teknik logo. Bordir memberi tampilan rapi dan tahan lama, terutama untuk logo kecil sampai sedang. Namun, bordir di fleece perlu memperhatikan ketebalan kain, stabilizer, dan detail logo agar hasil tidak menarik permukaan kain. Sablon dapat digunakan untuk desain tertentu, tetapi perlu diuji pada tekstur fleece agar tinta menempel baik dan tidak cepat retak.

Keempat, cek komponen pendukung. Rib manset, rib bawah, tali hoodie, zipper kualitas industri, dan jahitan kantong menentukan umur pakai jaket. Komponen yang lemah sering terlihat setelah beberapa kali cuci, terutama pada bagian manset yang melar atau zipper yang macet.

  • Tentukan fungsi pemakai: kantor, gudang, perjalanan kerja, atau outer pendukung.
  • Minta swatch bahan dengan gramasi dan komposisi tertulis.
  • Uji sample logo pada bahan yang sama dengan produksi.
  • Cek rib, zipper, kantong, dan jahitan sebelum approval produksi.
  • Siapkan size breakdown per divisi agar distribusi lebih rapi.

Perawatan bahan fleece

Perawatan fleece memengaruhi tampilan setelah pakaian dibagikan. Untuk pemakaian perusahaan, instruksi perawatan sebaiknya sederhana agar mudah diikuti oleh karyawan. Cuci dengan deterjen ringan, hindari pemutih, dan pisahkan warna gelap dari warna terang pada pencucian awal.

Fleece sebaiknya tidak disikat keras pada permukaan berbulu karena dapat membuat tekstur cepat rusak. Jika ada noda, bersihkan titik noda terlebih dahulu sebelum dicuci penuh. Pengeringan dengan panas tinggi juga perlu dihindari karena dapat memengaruhi bentuk, rib, dan elastisitas tertentu.

Setrika langsung pada permukaan fleece tidak dianjurkan, terutama jika ada sablon. Bila perlu merapikan, gunakan suhu rendah dan lapisan kain pelindung. Untuk penyimpanan, lipat jaket atau sweater dengan rapi dan hindari gantungan yang terlalu lama menarik bagian bahu, terutama pada fleece yang lebih berat.

Instruksi perawatan dapat dimasukkan ke label atau dokumen distribusi internal. Cara ini membantu HR dan GA mengurangi keluhan setelah pembagian seragam, terutama pada batch besar dengan banyak pengguna.

Estimasi harga dan faktor penentu

Harga jaket atau sweater berbahan fleece dipengaruhi oleh jenis bahan, gramasi, model, jumlah kantong, kualitas rib, zipper, teknik logo, size breakdown, volume produksi, dan tingkat kesulitan pola. Karena variabelnya banyak, angka harga sebaiknya diperlakukan sebagai estimasi awal, bukan keputusan final.

Model crewneck biasanya lebih sederhana dibanding hoodie zipper karena komponennya lebih sedikit. Jaket dengan zipper penuh, kantong, lining tambahan, atau kombinasi panel warna akan membutuhkan proses produksi lebih kompleks. Logo bordir detail kecil juga dapat memengaruhi waktu pengerjaan karena perlu setup dan uji hasil pada bahan.

MOQ baseline Pramika untuk mayoritas seragam adalah 50 pcs. Untuk jaket atau sweater fleece, pembahasan volume tetap perlu melihat bahan yang dipilih, variasi ukuran, dan desain final. Jika perusahaan membutuhkan beberapa warna atau model dalam satu order, jumlah per varian dapat memengaruhi efisiensi produksi.

Untuk pembahasan awal, tim Anda dapat menyiapkan referensi model, perkiraan jumlah, target tanggal distribusi, daftar ukuran, dan contoh logo. Tim Pramika membantu memetakan spesifikasi bahan, estimasi produksi, serta opsi anggaran yang dapat dibandingkan melalui WhatsApp Pramika.

Brief yang sebaiknya disiapkan

Brief produksi yang jelas membuat proses sampling lebih cepat. Sertakan jenis produk yang diinginkan, misalnya sweater crewneck, hoodie, atau jaket zipper. Tambahkan fungsi pemakai, area penggunaan, jumlah estimasi, rentang ukuran, warna utama, posisi logo, dan target distribusi.

Jika perusahaan sudah memiliki panduan brand, kirimkan file logo, kode warna, dan aturan penggunaan logo. Jika belum ada, gunakan sample fisik atau referensi warna kain sebagai titik diskusi. Untuk batch besar, size set lebih aman dibanding hanya mengandalkan ukuran S sampai XXL tanpa pengukuran tubuh pemakai.

Brief juga perlu mencantumkan batasan operasional. Misalnya, apakah jaket dipakai di ruang dingin, area gudang, perjalanan luar kota, atau hanya sebagai outer kantor. Informasi ini membantu menentukan apakah fleece menjadi pilihan utama atau perlu dibandingkan dengan bahan lain seperti drill, taslan, atau kombinasi material.

FAQ bahan fleece

Apa itu bahan fleece?

Bahan fleece adalah kain rajut dengan permukaan dalam berbulu halus yang memberi rasa lembut dan hangat. Bahan ini sering digunakan untuk jaket, sweater, hoodie, dan outer pendukung perusahaan.

Apakah fleece cocok untuk jaket perusahaan?

Fleece cocok untuk jaket perusahaan yang dipakai di kantor, ruang ber-AC, gudang ringan, atau perjalanan kerja. Untuk area dengan risiko keselamatan khusus, spesifikasi tetap perlu mengikuti standar K3 internal perusahaan.

Berapa gramasi fleece yang umum digunakan?

Kisaran yang umum dibahas untuk jaket dan sweater berada di sekitar 200-320 gsm. Pilihan final bergantung pada model, rasa hangat yang diinginkan, dan target biaya.

Lebih baik cotton fleece atau CVC fleece?

Cotton fleece cenderung nyaman dan natural di kulit, sedangkan CVC fleece sering menjadi pilihan tengah antara kenyamanan dan perawatan praktis. Sample fisik tetap diperlukan karena kualitas antar pemasok bisa berbeda.

Apakah logo bisa dibordir pada bahan fleece?

Logo bisa dibordir pada fleece, terutama untuk ukuran kecil sampai sedang. Detail logo, jenis benang, stabilizer, dan ketebalan kain perlu diuji pada sample agar permukaan tidak tertarik.

Diskusikan spesifikasi jaket fleece

Bahan fleece dapat menjadi pilihan kuat untuk jaket dan sweater perusahaan jika spesifikasinya disusun dengan cermat. Keputusan utama ada pada komposisi kain, gramasi, model, teknik logo, komponen pendukung, dan instruksi perawatan setelah produk dibagikan.

Pramika Uniform, bagian dari PT Pramesti Kirana Garmindo dengan legalitas PT sejak 2018, membantu perusahaan memetakan kebutuhan jaket dan sweater kerja dari tahap bahan sampai produksi. Diskusikan kebutuhan pengadaan Anda melalui halaman kontak atau WhatsApp Pramika untuk mendapatkan rekomendasi material, estimasi produksi, dan opsi anggaran yang dapat dibandingkan.


#bahan fleece#kain fleece#jaket perusahaan#sweater perusahaan
Mulai sekarang

Punya kebutuhan seragam perusahaan?

Kirim spesifikasi atau moodboard Anda. Kami balas dengan rekomendasi bahan, jadwal sampel, dan estimasi harga dalam 24 jam.